Hasil penelitian dari World Health Organization mengungkapkan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak serta masalah kesehatan lainnya. Radiasi ponsel, dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform. Dalam era sekarang ini, dimana manusia sangat bergantung dengan teknologi, menghindari pemakaian ponsel tentu adalah hal yang mustahil. Tapi Anda tidak harus stop menggunakan ponsel untuk terhindar dari bahaya radiasi. Berikut 7 Tips Mengurangi Bahaya Radiasi Ponsel, yaitu :
1. Gunakan Headset
Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.
2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless
Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.
3. Speakerphone
Menggunakan speaker ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, ada rasa kurang nyaman ketika hal ini dilakukan di tempat publik. Tapi setidaknya, Anda tidak harus menempelkan ponsel di kepala ketika bertelepon. Jadi pilihan ini mungkin bisa digunakan ketika Anda tengah berada di tempat privat seperti di rumah.
4. Gunakan Casing Penahan Radiasi
Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di pertokoan.
5. Sudut Ruangan
Hindari menerima telepon di sudut ruangan. Sudut ruangan yang biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di mana sinyal telepon menjadi lemah. Nah, sinyal yang lemah justru dikatakan memicu radiasi yang lebih tinggi. Hal ini berlaku pula di area yang sempit/kecil seperti lift.
6. Jangan Selalu Menempel
Ponsel yang Anda gunakan boleh saja menjadi gadget kesayangan, namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya Anda jangan selalu nempel dengan ponsel tersebut. Ponsel yang tidak digunakan direkomendasikan ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang ditempatkan di kantong celana.
7. Diam di Tempat Kala Menelepon
Ketika menerima telepon sebaiknya Anda tidak berjalan-jalan. Pasalnya, dalam keadaan bergerak maka sinyal ponsel akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver station (BTS). Aktivitas ini justru akan menguatkan radiasi.
Selasa, 30 Oktober 2012
Komputer kini telah banyak digunakan oleh masyarakat umum, baik di perkantoran maupun di perumahan. Karena dianggap dapat memudahkan suatu perkerjaan. Komputer juga banyak dipakai oleh berbagai profesi, seperti desainer, pengajar, akuntan, fotografer, dan masih banyak lagi. Karena dianggap komputer memiliki multi fungsi.
Namun dibalik keserbagunaannya, komputer juga dapat merusak kesehatan kita, terutama mata. Karena radiasi yang dikeluarkan oleh monitor atau komputer itulah yang dapat mengganggu kesehatan mata. Seiring dengan perkembangan teknologi, radiasi komputer pun dapat diminimalis. Dahulu layar monitor komputer berbentuk seperti balok, sangat besar dan radiasi yang dihasilkan juga cukup besar. Namun sekarang layar monitor sudah ramping dan radiasinya pun sudah semakin kecil, atau sering disebut dengan layar LCD.
Lalu bagaimana cara mengurangi bahaya radiasi komputer? Berdasarkan penelitian tingkat pancaran gelombang elektromagnet terhadap kesehatan, disarankan agar tidak menempatkan peralatan elektronik rumah tangga terlalu memusat, terutama TV, komputer dan kulkas yang sebaiknya tidak dipusatkan dalam satu ruang atau saling berdekatan karena bisa meningkatkan dosis radiasi dalam jumlah yang berlebihan. Untuk itu posisi peletakan komputer dalam tata ruang sangat penting. Bagian belakang layar komputer jangan sampai menghadap orang lain, karena radiasi komputer paling besar ada di belakang layar, sedangkan didepan layar memiliki tingkat radiasi paling rendah. Bagi pengguna komputer juga disarankan untuk rajin mencuci muka dan tangan, berolahraga ringan agar tubuh hangat setelah berjam-jam di depan komputer.
Untuk menjaga mata kita dari radiasi komputer cukup mudah:
Para pakar kesehatan mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari dimana-mana terdapat radiasi gelombang elektromagnet. Sehingga semua orang harus mampu melindungi diri secara inisiatif, tapi tak perlu merasa terlalu tegang dan ketakutan, meski akibat gelombang elektromagnet dapat menimbulkan kanker dan penyakit lain.
Namun dibalik keserbagunaannya, komputer juga dapat merusak kesehatan kita, terutama mata. Karena radiasi yang dikeluarkan oleh monitor atau komputer itulah yang dapat mengganggu kesehatan mata. Seiring dengan perkembangan teknologi, radiasi komputer pun dapat diminimalis. Dahulu layar monitor komputer berbentuk seperti balok, sangat besar dan radiasi yang dihasilkan juga cukup besar. Namun sekarang layar monitor sudah ramping dan radiasinya pun sudah semakin kecil, atau sering disebut dengan layar LCD.
Lalu bagaimana cara mengurangi bahaya radiasi komputer? Berdasarkan penelitian tingkat pancaran gelombang elektromagnet terhadap kesehatan, disarankan agar tidak menempatkan peralatan elektronik rumah tangga terlalu memusat, terutama TV, komputer dan kulkas yang sebaiknya tidak dipusatkan dalam satu ruang atau saling berdekatan karena bisa meningkatkan dosis radiasi dalam jumlah yang berlebihan. Untuk itu posisi peletakan komputer dalam tata ruang sangat penting. Bagian belakang layar komputer jangan sampai menghadap orang lain, karena radiasi komputer paling besar ada di belakang layar, sedangkan didepan layar memiliki tingkat radiasi paling rendah. Bagi pengguna komputer juga disarankan untuk rajin mencuci muka dan tangan, berolahraga ringan agar tubuh hangat setelah berjam-jam di depan komputer.
Untuk menjaga mata kita dari radiasi komputer cukup mudah:
- Dengan menjaga jarak mata anda ke komputer, minimal 30cm.
- Atur tinggi rendahnya layar agar sejajar dengan mata
- Mengatur warna dan pencahayaan layar agar tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap
- Pencahayaan disekitar komputer pun harus mencukupi, jangan menggunakan komputer di ruangan yang gelap
- Gunakan monitor yang berbentuk LCD/Plasma
- Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A
Para pakar kesehatan mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari dimana-mana terdapat radiasi gelombang elektromagnet. Sehingga semua orang harus mampu melindungi diri secara inisiatif, tapi tak perlu merasa terlalu tegang dan ketakutan, meski akibat gelombang elektromagnet dapat menimbulkan kanker dan penyakit lain.
BerRekreasi Ke Tempat Wisata Cibulan Kuningan
BerRekreasi Ke Tempat
Wisata Cibulan Kuningan
Objek Wisata Kolam
Renang Cibulan tertetak ± 7 Km dari ibu kota Kabupaten Kuningan yang berada
100 M dari jalur jalan raya Cirebon Kuningan, Objek wisata kolam renang
Cibulan dikelola oleh Pemerintah Desa Manis Kidul Kecamatan Jalaksana.
Pada tahun 1935, waktu
Pemerintah Bupati Moch.Ahmad, kolam renang Cibulan mulai dibangun dengan nama
"CIBULAN JAYA" (waktu dalam Pernerintah Kolonial Belanda) untuk
pemeliharaanya diserahkan pada Kuwu (Kepala Desa) Manis Kidul Kecamatan
Jalaksana.
|
Konon menurut cerita masyarakat di daerah tersebut, timbulnya
sumber air di Cibulan yaitu pada waktu Putri Buyut Manis yang terkenal dengan
kecantikannya dipinang menjadi permaisuri oleh Putra Buyut Talaga. Tetapi,
Putri Buyut Manis telah mempunyai kekasih piiihannya sendiri, hingga dalam hati
Putri Buyut Manis tidak setuju dan tidak mau atas pinangan Putra Buyut Talaga
tersebut. Oleh karena kebiasaan atau adat istiadat yang berlaku pada waktu itu,
sulit bagi Putri Buyut Manis untuk menolaknya secara terang-terangan. Maka
untuk menyatakan ketidaksetujuannya, ia lari dari kediamannya dan menghilang di
suatu tempat.
Di tempat dimana Putri Buyut Manis menghilang, timbul
sumber-sumber mata air, hingga tersebutlah nama Cibulan.
Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam ratusan tahun yang lalu yang berpusat di Cirebon, akan mengislamkan daerah Kuningan, maka sampai di daerah Cibulan para wali menemukan sumber mata air yang selanjutnya dijadikan tempat peristirahatan. Selanjutnya dibuatlah kolam dan ditanami ikan kancra bodas. Ikan tersebut sekarang dijadikan ikan keramat, seperti halnya ikan yang terdapat di kolam renang Cigugur, Darmaloka, Linggarjati dan Situ Pesawahan.
Pada waktu para wali menyebarkan agama Islam ratusan tahun yang lalu yang berpusat di Cirebon, akan mengislamkan daerah Kuningan, maka sampai di daerah Cibulan para wali menemukan sumber mata air yang selanjutnya dijadikan tempat peristirahatan. Selanjutnya dibuatlah kolam dan ditanami ikan kancra bodas. Ikan tersebut sekarang dijadikan ikan keramat, seperti halnya ikan yang terdapat di kolam renang Cigugur, Darmaloka, Linggarjati dan Situ Pesawahan.
Di cibulan kita bisa berenag santai dengan ditemani ikan2 besar yang berjenis ikan kancra tp masyarakat di sana biasa memangil ikan itu dengna sebutan ikan Kera Putih. Dengan uang Rp.5000 kita bisa sepuasnya berenag di sana. Tapi saya lebih menyarankan jika anda membawa bekal dari rumah karna harga makanan di dalam kawasan wisata agak mahal dari harga sewajarnya.
Di dalam kawasan wisata cibulan juga kita bisa menemukan objek
wisata sumur tujuh konon Sebelum para wali menyebarkan agama Islam, daerah
Cirebon asal mulanya patilasan Prabu Siliwangi. Karena disebelah barat kolam
renang Cibulan terdapat sumur-sumur kecil, yang terkenal dengan sebutan
"SUMUR TUJUH".Sedangkan disekitar sumur tujuh oleh Prabu Siliwangi
dipergunakan sebagai tempat bersemedi. Sumur tersebut juga oleh Prabu Siliwangi
dipergunakan untuk keperluan membasuh muka dikala beliau akan mensucikan diri
dan mengheningkan cipta.
Adapun nama-nama sumurnya ialah
1.
Sumur Kejayaan;
2.
Sumur Kemulyaan;
3.
Sumur Pengabulan,
4.
Sumur Cisandane;
5.
Sumur Kemudaan;
7.
Sumur Cirancana
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, keseluruhan sumur-sumur tersebut merupakan suatu rangkaian satu sama lain, agar kita menempuh bahtera hidup mengalami kejayaan, kemulyaan, keselamatan, awet muda, dan segala rencana atau cita-cita bisa segera dikabulkan. Syaratnya kita harus menemui juru kunci untuk mengadakan permohonan terlebih dahulu. Selanjutnya kita dipersilakan untuk membasuh muka dan membawa air dari sumur tujuh yang dikeramatkan itu.
Bahkan menurut masyarakat di sekitar objek wisata kolam renang
Cibulan, yaitu tepatnya di sekitar sumur tujuh terdapat Kepiting Emas (yang
wamanya keemas-emasan). Sewaktu-waktu bisa terlihat oleh orang-orang yang akan
mendapat rizki (kebahagiaan). Waktunya terutama pada jum'at kliwon. Mengenai
kebenarannya kepercayaan tersebut Wallahu Alam, namun sampai sekarang masih
banyak orang-orang yang datang untuk berziarah ketempat tersebut, terutama
orang-orang dari luar daerah Kabupaten Kuningan.
Rabu, 27 Juni 2012
Pengaruh Teknologi terhadap budaya organisasi
1. Budaya Organisasi
Budaya Organisasi terdiri dari 2 kata yaitu budaya & organisasi. Organisasi merupakan sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan Budaya adalah suatu set nilai, penuntun kepercayaan akan suatu hal, pengertian & cara berpikir yang dipertemukan oleh para anggota organisasi & diterima oleh anggota baru. Jadi Budaya Organisasi dapat diartikan sebagai penerapan nilai-nilai dalam suatu masyarakat yang terkait, bekerja dibawah naungan suatu organisasi.
Selain itu terdapat juga pendapat dari beberapa ahli, diantarany :
Richard Florida melontarkan teorinya dalamThe Rise of the Creative Classbahwa untuk membangun sebuah masyarakat yang kreatif, diperlukan adanya teknologi, talenta, dan toleransi
Teknologi yang selalu dikembangkan oleh talenta-talenta inovatif yang datang dari penjuru dunia, melahirkan sebuah industri tangguh dan penuh daya inovasi. Ditambah lagi toleransi yang sedemikian besar sehingga masyarakat bisnisnya bisa menerima kegagalan orang lain dengan lapang dada. Budaya yang luar biasa ini mendorong lahirnya banyak masyarakat yang berani memulai bisnis dari teknologi baru tanpa takut tersaingi.
Kebanyakan para masyarakat yang kreatif jarang dan peduli dengan apa latar belakang pendidikan, warna kulit, etnis, agama, budaya, atau latar belakang keluarga seseorang. Yang mereka ingin tahu cuma satu, apakah mereka memiliki daya inovasi yang cukup tinggi. Itu sebabnya Steve Jobs yangdrop-outdari bangku kuliah, dengan modal inovasinya yang brilian berhasil membangun Apple Inc yang menggemparkan dunia dengan produk-produk mutakhirnya macam iPhones, iPod dan iTunes.
Tanpa toleransi yang cukup besar pula, boleh jadi inovator India Sabeer Bhatia, takkan melahirkan konsepe-mailgratis Hotmail. bahkan mungkin bisa jadi juga, Vinod Khosla dan Becholensheim pun tak mungkin bisa memperkenalkan teknologi mutakhirnya dibawah bendera Sun Microsystems.
sumber :
http://www.slideshare.net/anggihafiz/budaya-organisasi (27/6/2012; pkl : 17.20)
http://www.anneahira.com/definisi-budaya-organisasi.htm (27/6/2012; pkl : 17.15)
http://kindiboy.wordpress.com/2012/06/23/pengaruh-teknologi-terhadap-budaya-organisasi/ (27/6/2012; pkl : 18.00)
Indra Kurniawan Effendi
13110520
2KA17
Budaya Organisasi terdiri dari 2 kata yaitu budaya & organisasi. Organisasi merupakan sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan Budaya adalah suatu set nilai, penuntun kepercayaan akan suatu hal, pengertian & cara berpikir yang dipertemukan oleh para anggota organisasi & diterima oleh anggota baru. Jadi Budaya Organisasi dapat diartikan sebagai penerapan nilai-nilai dalam suatu masyarakat yang terkait, bekerja dibawah naungan suatu organisasi.
Selain itu terdapat juga pendapat dari beberapa ahli, diantarany :
- Marvin Bower, Budaya Organisasi adalah cara pekerjaan yang dilakukan ditempat tertentu.
- RT Pascale & AG Athos, Budaya Organisasi merupakan falsafah yang menuntun kebijakanorganisasi terhadap pegawaio & pelanggan.
- Edgar H. Schein, Budaya organisasi merupakan asumsi & kepercayaan dasar yang terdapat diantara anggota organisasi.
- membedakan satu organisasi dengan yang lainnya.
- menjadi identitas anggotanya.
- merangsang timbulnya komitmen anggota terhadap kepentingan organisasi.
- menjadi perekat sosial yang mempersatukan anggota dalam standar nilai yang ditetapkan.
- menjadi panduan dan mekanisme dalam membentuk perilaku anggota.
- lingkungan
- nilai-nilai, konsep dasar dan keyakinan mengenai timbangan baik dan buruk
- panutan dan keteladanan, memberi pengaruh terhadap anggota lain.
- upacara-upacara, ritual atau tradisi berkenaan pemberian penghargaan kepada anggota berprestasi.
- jaringan komunikasi informal, penyebaran suatu budaya.
- Budaya Akademi, merekrut anggota, memberikan pelatihan, dan mengoperasikannya.
- Budaya Kelab, lebih menekankan sistem kerja tim
- Budaya Tim Bisbol, berorientasi pada yang dicapai anggotanya.
- Budaya benteng, mempertahankan budaya yang sudah baik.
Richard Florida melontarkan teorinya dalamThe Rise of the Creative Classbahwa untuk membangun sebuah masyarakat yang kreatif, diperlukan adanya teknologi, talenta, dan toleransi
Teknologi yang selalu dikembangkan oleh talenta-talenta inovatif yang datang dari penjuru dunia, melahirkan sebuah industri tangguh dan penuh daya inovasi. Ditambah lagi toleransi yang sedemikian besar sehingga masyarakat bisnisnya bisa menerima kegagalan orang lain dengan lapang dada. Budaya yang luar biasa ini mendorong lahirnya banyak masyarakat yang berani memulai bisnis dari teknologi baru tanpa takut tersaingi.
Kebanyakan para masyarakat yang kreatif jarang dan peduli dengan apa latar belakang pendidikan, warna kulit, etnis, agama, budaya, atau latar belakang keluarga seseorang. Yang mereka ingin tahu cuma satu, apakah mereka memiliki daya inovasi yang cukup tinggi. Itu sebabnya Steve Jobs yangdrop-outdari bangku kuliah, dengan modal inovasinya yang brilian berhasil membangun Apple Inc yang menggemparkan dunia dengan produk-produk mutakhirnya macam iPhones, iPod dan iTunes.
Tanpa toleransi yang cukup besar pula, boleh jadi inovator India Sabeer Bhatia, takkan melahirkan konsepe-mailgratis Hotmail. bahkan mungkin bisa jadi juga, Vinod Khosla dan Becholensheim pun tak mungkin bisa memperkenalkan teknologi mutakhirnya dibawah bendera Sun Microsystems.
sumber :
http://www.slideshare.net/anggihafiz/budaya-organisasi (27/6/2012; pkl : 17.20)
http://www.anneahira.com/definisi-budaya-organisasi.htm (27/6/2012; pkl : 17.15)
http://kindiboy.wordpress.com/2012/06/23/pengaruh-teknologi-terhadap-budaya-organisasi/ (27/6/2012; pkl : 18.00)
Indra Kurniawan Effendi
13110520
2KA17
Selasa, 05 Juni 2012
Peran kelompok dalam suatu organisasi
Pelibatan kelompok dalam suatu organisasi dapat
dilakukan dengan mekanisme pembagian
atas individu–individu agar membentuk suatu
kumpulan yang mempunyai pola dan sistem kerja.
Organisasi lebih mengutamakan atas pencapaian tujuan
dasar yang lebih mengedepankan kepada hasil yang ingin dicapai.
Suatu kinerja kelompok akan lebih efisien ketika di letakkan di
ruang lingkup organisasi karena suatu tujuan akan lebih cepat tercapai
jika didalam pengelolaannya dikerjakan secara berstruktur atau berkelompok.
- Definisi kelompok
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai
tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai
tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang
mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini
misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan
masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil
suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan
komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi
antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok
Jenis dan fungsi kelompok.
-.Jenis-jenis Kelompok
Jenis-jenis kelompok dapat dibedakan berdasarkan klasifikasi.
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan dalam lingkungan organisasi
atau perusahaan, maka ada jenis kelompok formal dan kelompok tidak formal.
Kelompok formal adalah sub unit sah dari organisasi yang telah ditetapkan
anggaran dasar organisasi atau oleh suatu ketetapan manajemen. Jadi
kelompok ini sengaja dibentuk untuk memenuhi tugas yang nyata guna
mendukung keseluruhan tugas organisasi. Kelompok informal adalah kelompok
yang muncul sebagai upaya pemenuhan kebutuhan inividu dengan mengembangkan
tata hubungan dengan anggota lain dalam organisasi. Kelompok informal hanya
dapat terbentuk apabila lokasi fisik anggota-anggotanya, sifat pekerjaan,
dan jadwal kerja memungkinkan untuk terbentuknya kelompok. Oleh karena itu
kelompok informal muncul dari kombinasi antara fakor-faktor formal dan
kebutuhan manusia sebagai anggota-anggotanya.
-Fungsi-fungsi Kelompok
Pada dasarnya fungsi kelompok dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu fungsi
organisasi formal dan fungsi kebutuhan individual. Artinya suatu kelompok
tertentu dapat memenuhi kebutuhan fungsi organisasi formal dan kebutuhan pribadi.
Fungsi organisasi formal adalah aspek-aspek kegiatan kelompok yang bertepatan
dengan tugas pokok organisasi, antara lain :
1.kelompk dapat digunakan sebagai sarana untuk mengerjakan tugas-tugas yang
kompleks yang saling berkaitan dan terlalu sukar untuk dikerjakan oleh siapapun,
dan tidak mudah untuk dibahi-bagikan dalam tugas-tugas tersendiri,
2.kelompok dapat digunakan sebagai sarana untuk mencetuskan gagasan-gagasan
baru atau pemecahan masalah yang memerlukan kreativitas tertentu.
3.kelompok dspat menjadi penghubung penting atau menjadi koordinator beberapa bagian.
4.kelompok dapat berfungsi sebagai cara untuk memecahkan berbagai masalah
yang memerlukan pengolahan informasi yang sangat pelik.
5.kelompok dapat digunakan untuk memudahkan pelaksanaan keputusan yang rumit, dan
6.kelompok dapat digunakan sebagai wahana sissialisasi atau pelatihan satu sama lain.
Pengalaman pribadi dalam suatu kelompok
Pengalaman saya adalah menjadi panitia pentas seni 17 Agustus 2008
sewaktu saya kelas 2 SMA di sebuah SMA di bogor, yaitu SMA RIMBA MADYA,
menjadi panitia pensi memberikan saya pengalaman baru dalam berorganisasi.
di dalam pensi saya di tugaskan menjadi panitia sesi acara, saya di tuntut untuk mengatur
jalannya acara dengan baik dan tertib.
-Hambatan
1. jalannya beberapa urutan acara yang tidak sesuai jadwal.
2. telatnya beberapa band pengisi acara.
3. para penonton yang tidak tertib.
-Solusi
sebelum acara di mulai harusnya dilakukan berifing terlebih dahulu agar acara berjalan dengan lanjar,
dan untuk para penonton harusnya panitia seksi keamanan atau seluruh panitia harus bertanggung jawab
untuk mengatur para penonton agar lebih tertib dan rapi.
Refrensi
http://blognya-intan.blogspot.com/2012/04/kelompok-dalam-organisasi.html
http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi-kelompok.html
http://cdma.wordpress.com/2007/04/25/jenis-dan-fungsi-kelompok/
Kamis, 03 Mei 2012
“ORGANISASI MAHASISWA”
jangan terlalu serius nanti matanya keluar
Latar belakang
Menjadi
mahasiswa adalah kesempatan. Ya, dari sekian anak negeri ini yang lulus dari
Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) hanya sebagian kecil yang meneruskan
pendidikan ke perguruan tinggi. Mengapa demikian?. Ada banyak factor yang menyebabkan
hal tersebut, salah satu penyebabnya yaitu mahalnya biaya pendidikan di
perguruan tinggi yang sulit terjangkau untuk kalangan tertentu sehingga anak
tersebut memilih untuk masuk kedalam dunia kerja. Ada banyak hal yang menarik
mengenai mahasiswa sehingga seolah tak pernah habis dan basi bila kita bergumul
dengan mahasiswa. Setiap pesan berita tentang mahasiwa selalu menghiasi media.
Prestasi mahasiswa dengan karya-karya inovatifnya sampai aksi demonstrasi yang
biasanya berujung anarkis harus ada dalam tiap kolom berita. Salah satu hal
mendasar dari sifat mahasiswa adalah tanggung jawab yang diembannya. Sebagai youth of the nation, mereka merupakan
potret masa depan bangsanya banyak yang menaruh harapan kepadanya. Sebagai youth of the nation, mahasiswa harus
mempelajari permasalahan dan keresahan bangsanya. Memahami kekuatan, kelemahan,
ancaman, dan peluang yang dimiliki bangsanya. Yang lebih penting lagi, menjadi
problem solver, bukan beban bangsanya. Disinilah tantangan besar mahasiswa
sebagai kaum intelektual. Di samping harus cemerlang dalam bangku kuliah,
mahasiswa juga harus peka dengan kondisi social masyarakat yang sedang terjadi
dan berkembang di negaranya. Semakin berat tugasnya dengan pola satuan kredit
semester (SKS) ternyata mendorong mahasiswa lebih tekun belajar sehingga
sedikit sekali ruang waktu untuk beraktifitas pada kegiatan lain. Setiap
perguruan tinggi mempunyai tujuan yang hampir sama yaitu menyiapkan para
lulusannya untuk menjadi individu yang berjiwa besar dan memiliki kemampuan
memimpin serta kemampuan berkomunikasi. Untuk mewujudkan hal ini , maka
disediakan wadah yang ideal melalui organisasi kemahasiswaan. Partisipasi dalam
organisasi, apalagi mengikuti pola kaderasi, sulit dilaksanakan. Namun bukan
mahasiswa namanya jika harus menyerah pada tantangan. Justru tantangan itulah
yang dijadikan pelecut semangat untuk menjadi pribadi yang dibutuhkan di zaman
sekarang. Untuk itulah mahasiswa harus mempersiapkan diri dan memperkuat tidak
hanya sisi akademisnya, juga intelektualitasnya sebagai agent of change. Masuk
organisasi adalah pilihan. Didalam suatu perguruan tinggi pasti banyak sekali
organisasi organisasi mahasiswanya baik yg Intra maupun yang Ekstra. Kegunaan
dari organisasi organisasi ini adalah untuk mengakrabkan setiap mahasiswa dari
yang junior sampai yang senior, selain itu dapat juga sebagai sarana saling
bertukar pikiran (sharing) seputar pelajaran disuatu mata kuliah, dan dapat
juga untuk mengembangkan bakat, minat, dan penalaran. Kegiatan organisasi ini
adalah wahana pembelajaran dan latihan kepemimpinan manajerial, serta kerja
sama sebagai upaya memperkuat jati diri seorang mahasiswa. Setiap organisasi
harus bias menentukan esensi dari gerakannya sehingga semua pengurus
organisasi, mulai dari ketua hingga anggota , dapat memahami esensi kehadiran
dirinya dalam organisasi, agar keberhasilan tercapai. Usahakan setiap wadah
organisasi terdapat kesepakatansatu suara yang bijak. Perlu diingat bahwa
kesepakatan bukanlah tujuan, kesepakatan adalah salah satu sarana, untuk
mencapai tujuan. Dimaksudkan supaya individu tersebut tahu bahwa yang menjadi
indicator keberhasilan adalah tujuan.
Permasalahn.
Dari
latar belakang tersebut timbul sebuah pertanyaan, bagaimana caranya agar
mahasiswa menjadi insane intelektual yang tanggap terhadap permasalahan bangsa?
Dalam dinamika mahasiswa, organisasi menjadi salah satu syarat untuk menempa
sisi social dan retorika dalam diri mahasiswa agar lebih peka.dunia organisasi
tidak bias dilepaskan dari diri mahasiswa. Jika mahasiswa tidaj mengenal
organisasi seperti sayur tanpa garam karena organisasi menjadi kuliah mahasiswa
dalam dunia social. dalam organisasilah mahasiswa mengetahui dan merasakan dinamika
dunia kemahasiswaan. Mahasiswa digembleng menjadi pribadi yang tangguh dan siap
menjawab berbagai permasalahan pelik bangsa.
Ada
fenomena yang mengatakan mahalnya biaya pendidikan, menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan studi
tepat waktu. Sehingga segala energi dikerahkan untuk mengondol gelar
sarjana/diploma sesegera mungkin. Tak ayal lagi tren study oriented mewabah di
kalangan mahasiswa. Tapi apakah cukup dengan hanya mengandalkan ilmu dari
perkuliahan dan indeks prestasi yang tinggi untuk mengarungi kehidupan pasca
wisuda? Ternyata tidak. Dunia kerja yang akan digeluti oleh alumnus perguruan
tinggi tidak bisa diarungi dengan dua modal itu saja. Ada elemen yang lebih
penting, yakni kemampuan soft skill. Kemampuan ini terkait dengan kemampuan
berkomunikasi dan bahasa, bekerja dalam satu team, serta kemampuan memimpin dan
dipimpin. Kapabilitas soft skill ini tidak diajarkan lewat bangku kuliah.
Namun, bisa didapatkan melalui organisasi-organisasi mahasiswa, baik itu
Organisasi Intra Kampus seperti , Dewan Mahasiswa dan Majelis Mahasiswa, Senat
Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, Badan Perwakilan Mahasiswa, Himpunan
Mahasiswa Jurusan, Badan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa,
Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), dan Koperasi Mahasiswa, maupun Organisasi
Ekstra Kampus semisal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa
Nasional Indonesia (GMNI), Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia
(PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Front Mahasiswa
Nasional, Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan lain sebagainya.
Lewat media inilah seorang mahasiswa bisa menempa diri, belajar berkomunitas,
dan berinteraksi dengan banyak pemikiran. Jika
semua organ benar-benar mampu bersinergi membentuk satu visi dan misi
untuk membangun lembaga melalui kegiatan-kegiatannya yang berorientasi pada
pembangunan karakter dan kepribadian mahasiswa, niscaya sebuah perguruan tinggi
akan mengorbitkan sarjana yang diperhitungkan dalam kancah internasional maupun
nasional.
Landasan
Teori.
Apa sih sebenernya define dari organisasi itu? Secara
umum organisasi adalah adanya orang orang yang usahanya harus dikoordinasikan
tersusun dari sejumlah subsistem yang saling berhubungan dan saling tergantung
bekerja sama atas dasar pembagian kerja, peran dan wewenang serta mempunyai
tujuan tertentu yang hendak dicapai. Selain itu terdapat juga berbagai macam
definisi tentang organisasi dari orang-orang terkemuka, diantaranya, Jomes D.Mooney
( Organisasi adalah bentuk kerjasama manusia untuk mencapai tujuan bersama );
Jomes M.Gous ( organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat
memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan
bertanggung jawab. Teori organisasi dibagi menjadi atas 5 klasifikasi, yakni :
Teori Organisasi Klasik, Teori Hubungan Antar manusia, teori manajemen Ilmiah,
Teori Aliran Kuantitatif, dan Teori BehaviorialSscience. Pada dasarnya, Organisasi
Mahasiswa adalah sebuah wadah berkumpulnya mahasiswa demi mencapai tjuan
bersama, dan mempunyai visi dan misi yang jelas serta disetujui oleh semua
pengurus organisasi tersebut. Visi
adalah cita-cita kedepan sedangkan misi adalah alat yang diperjuangkan untuk
mencapai visi. Visi dan misi tersebut biasanya dituangkan dalam produk hukum
organisasi seperti AD/ART, peraturan
prganisasi SK maupun program kerja. Organisasi Mahasiswa
tidak boleh tunduk dan menyerah pada tuntutan lembaga kampus tempat organisasi
itu bernaung, melainkan harus kritis dan tetap berjuang atas nama mahasiswa,
bukan pribadi atau golongan. Lembaga-lembaga kemahasiswaan ini secara
keseluruhan menciptakan apa yang disebut dengan Students Governance atau
pemerintahan mahasiswa. Organisasi kemahasiswaan tersebut digolongkan menjadi 3
kelompok berdasarkan kompetensinya, yaitu Badan Perwakilan Mahasiswa dan Badan
Eksekutif Mahasiswa, Badan Otonom,dan Badan Semi Otonom.
Organisasi mahasiswa merupakan organisasi yang
beranggotakan mahasiswa. Organisasi ini dapat
berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi
kemahasiswaan ekstra kampus, maupun semacam ikatan mahasiswa
kedaerahan
yang pada umumnya beranggotakan lintas-kampus. Sebagian organisasi mahasiswa di
kampus Indonesia juga membentuk organisasi mahasiswa tingkat nasional sebagai
wadah kerja sama dan mengembangkan potensi serta partisipasi aktif terhadap
kemajuan Indonesia, seperti organisasi Ikahimbi dan ISMKI. Di luar negeri juga terdapat
organisasi mahasiswa berupa Perhimpunan Pelajar Indonesia, yang
beranggotakan pelajar dan mahasiswa Indonesia. Organisasi kemahasiswaan intra
kampus adalah organisasi mahasiswa yang memiliki kedudukan resmi dilingkungan
kampus dan mendapat pendanaan kegiatan kemahasiswaan dari kampus. Para aktivis
organisasi mahasiswa intra kampus pada umumnya juga berasal dari kader-kader
organisasi ekstra kampus ataupus aktivis-aktivis independen yang berasal dari berbagai kelompok studi atau
kelompok kegiatan lainnya.
Beberapa
cirri / atribut organisasi yaitu, prganisasi adalah lembaga social yang terdiri
dari sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan;
organisasi dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu oleh karena itu
organisasi adalah kreasi social yang memerlukan aturan ddan kooperasi;
organisasi secara sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun
kegiatan-kegitan dibedakan menurut pola yang logis, koordinasi bagian-bagian
tugas ini yang saling tergantung ini memerlukan penugasan wewenang dan komunikasi;
organisasi adalah instrument social yang mempunyai batasan-batasan yang secara
relative dapat diidentifikasikan dan keberadaannya mempunyai basis yang
relative permanen.
Pembahasan
masalah
Mungkin
ada yang takut ketika masuk organisasi waktunya untuk belajar akan terganggu
yang pada akhirnya berpengaruh kepada lamanya studi. Memang ada sebagian kecil mahasiswa yang lalai kuliah
akibat terlalu sibuk mengurus organisasi. Tapi kenyataan juga membuktikan,
betapa banyak penggiat organisasi yang berhasil lulus tepat waktu, dan dengan
indeks prestasi yang sangat memuaskan. Jadi ini hanyalah masalah manajemen
waktu.
Selain
berfungsi sebagai pembelajaran diri, organisasi mahasiswa merupakan wahana bagi
mahasiswa berempati dengan situasi yang terjadi di masyarakat. Negara
berkembang layaknya Indonesia, banyak dihadapkan masalah-masalah sosial
terutama menyangkut kesenjangan ekonomi, kecurangan, ketidakadilan, dan
ketidakstabilan politik. Organisasi mahasiswa membawa para anggotanya
bersinggungan langsung dengan persoalan-persoalan ini, sekaligus mengugah rasa
kritis untuk mencari solusi atas apa yang terjadi.
Organisasi
mahasiswa menjembatani domain menara gading kampus yang elitis dengan ruang
masyarakat. Sehingga, ketika terbiasa menghadapi problem kehidupan, mahasiswa
tidak lagi canggung bergumul dengan ruang baru, baik di masyarakat maupun di
dunia kerja selepas lulus dari perguruan tinggi.
Organisasi
Kemahasiswaan Intra ataupun ekstra kampus merupakan domain jembatan
“penghubung”, maksudnya disini mahasiswa bisa menempa diri antara kehidupan
masyarakat yang penuh dengan kecenderungan Sosial dalam ruang lingkup apapun,
dan juga yang terpenting Ketidakstabilan Politik. disini Organisasi
kemahasiswaan melatih mereka mahasiswa fokus terhadap 2(dua ) kesibukan yaitu
Lingkup Kemahasiswaan dan Lingkup realita Masyarakat yang sebenarnya. Mahasiswa
yang punya pengalaman Organisai di waktu kuliahnya lebih siap dalam menghadapi
kehidupan dunia kerja dari pada mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi.
Organisasi
mahasiswa lebih dari sekedar hubungan formal dan komunikasi public. Organisasi
mahasiswa membutuhkan hubungan personal dan emosi yang sejalan. Jika organisasi ingin dijadikan keluarga,
lalu keluarga yang seperti ap? Perlu adanya kepedulian yang bersifat personal
di dalam keluarga. Tentunya asas perbedaan akan mewarnai dalam suatu keluarga.
Perbedaan it dapat menjadi stimulus bagi kita untuk menjadi lebih dewasa,
saling menerima dan saling melengkapi. Perbedaan setiap sumber daya manusia
merupakan kekuatan berdirinya organisasi yang utuh, integritas, dan penuh kasih
sayang. Karakteristik setiap orang dalam suatu organisasi pasti berbeda-beda.
Karakter dibentuk oleh lingkungan dengan banyak factor yang mempengaruhi. Yang
mampu beradaptasi merekalah yang berhasil, sedangkan yang tidak mampu
beradaptasi merekalah yang gagal(terhambat). Berhasil dalam hal ini diartikan
sebagai mempunyai hasil didikan yang mampu beradaptasi disetiap tantangan yang
berbeda, mampu beropini dan mengambil sikap yang cepat dan tepat dalam
mengatasi masalah yang silih berganti. Jika angkatan yang lebih tua dan
angkatan yang lebih muda mampu beradaptasi, amampu saling melengkapi, saling
memahami maka keutuhan sebuah organisasi
akan menghasilkan prestasi, prestasi untuk bersatu.
Dalam
organisasi, system pengkaderan menjadi tiang utama tegaknya organisasi. Sama
halnya dengan siswa di sekolah, mahasiswa di universitas, maupun pegawai di
perusahaan. Setiap orang ibarat suplai kayu bakar yang akan menjadikan api
unggun untuk tetap bersinar menyinari
sekitarnya.
Ada
hal penting dalam dunia mahasiswa yang tidak semua mahasiswa mau mengambil
resiko itu, yaitu kontribusi. Efektikan waktu yang kita miliki sebagai
mahasiswa. Buatlah prioritas dan strategi untuk berprestasi dan berkontribusi,
agar diri kita menjadi produktif. Setiap orang dalam universitas atau lembaga
lainnya memiliki perannya masing-masing. Jika kita memahami peran kita dan mau
sekaligus mampu menjalankan sepenuh hati, maka secara langsung maupun tidak
langsung kita telah membuahkan hasil yang kontributif. Nantinya kontribusi
beropini beserta tanggapannya akan memacu ke arah keberhasilan, yang
menumbuhkan kesadaran, untuk menjadi manusia seutuhnya sebagai makhluk Tuhan,
makhluk bersosial, makhluk berpendidikan, makhluk beretika, dan makhluk
bertujuan.
Penutupan.
1.
Kesimpualan.
Organisasi Mahasiswa adalah sebuah
wadah berkumpulnya mahasiswa demi mencapai tjuan bersama, dan mempunyai visi
dan misi yang jelas serta disetujui oleh semua pengurus organisasi
tersebut. Visi adalah cita-cita kedepan
sedangkan misi adalah alat yang diperjuangkan untuk mencapai visi. Visi dan
misi tersebut biasanya dituangkan dalam produk hukum organisasi seperti AD/ART,
peraturan prganisasi SK maupun
program kerja. Organisasi Mahasiswa tidak boleh tunduk dan
menyerah pada tuntutan lembaga kampus tempat organisasi itu bernaung, melainkan
harus kritis dan tetap berjuang atas nama mahasiswa, bukan pribadi atau
golongan. Lembaga-lembaga kemahasiswaan ini secara keseluruhan menciptakan apa
yang disebut dengan Students Governance atau pemerintahan mahasiswa. Organisasi
kemahasiswaan tersebut digolongkan menjadi 3 kelompok berdasarkan
kompetensinya, yaitu Badan Perwakilan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa,
Badan Otonom,dan Badan Semi Otonom.
Kegunaan dari organisasi organisasi ini adalah untuk
mengakrabkan setiap mahasiswa dari yang junior sampai yang senior, selain itu
dapat juga sebagai sarana saling bertukar pikiran (sharing) seputar pelajaran
disuatu mata kuliah, dan dapat juga untuk mengembangkan bakat, minat, dan
penalaran. Kegiatan organisasi ini adalah wahana pembelajaran dan latihan
kepemimpinan manajerial, serta kerja sama sebagai upaya memperkuat jati diri
seorang mahasiswa.
2.
Saran
setiap individu dalam suatu organisasi harus cepat
tanggap jika mengahadapi suatu masalah. Organisasi yang baik adalah yang mampu
beradaptasi merekalah yang berhasil, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi
merekalah yang gagal (terhambat
“ MANAJEMEN KONFLIK “
Jenis-jenis Konflik Dalam
Organisasi
Menurut
James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu :
1.
Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah
konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang
sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Dalam
diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut: Sejumlah
kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing, Beraneka macam cara yang
berbeda yang mendorong peranan-peranan dan kebutuhan-kebutuhan itu terlahirkan,
Banyaknya bentuk halangan-halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan
tujuan, Terdapatnya baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi
tujuan-tujuan yang diinginkan.
Hal-hal di atas dalam proses
adaptasi seseorang terhadap lingkungannya acapkali menimbulkan konflik. Kalau
konflik dibiarkan maka akan menimbulkan keadaan yang tidak menyenangkan. Ada
tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :
a.
Konflik
pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang
sama-sama menarik.
b.
Konflik
pendekatan – penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan
yang sama menyulitkan.
c.
Konflik
penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada satu hal yang
mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.
2.
Konflik Interpersonal
Konflik
Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena
pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara duaorang
yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal
ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena
konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota
organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan
organisasi tersebut.
3.
Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
Hal ini seringkali berhubungan
dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas,
yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. Contoh seseorang
individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai
norma-norma produktivitas kelompok dimana ia berada.
4.
Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama
Konflik ini merupakan tipe
konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi-organisasi. Konflik antar lini
dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik
antar kelompok.
5.
Konflik antara organisasi
Contoh seperti di bidang ekonomi
dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik,
dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.Konflik ini telah
menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan
servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih
efisien.
Cara atau Taktik Mengatasi Konflik
Mengatasi
dan menyelesaikan suatu konflik bukanlah suatu yang sederhana. Cepat-tidaknya
suatu konflik dapat diatasi tergantung pada kesediaan dan keterbukaan
pihak-pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan konflik, berat ringannya bobot
atau tingkat konflik tersebut serta kemampuan campur tangan (intervensi) pihak
ketiga yang turut berusaha mengatasi konflik yang muncul. Diatasi oleh pihak-pihak yang bersengketa:
1.
Rujuk: Merupakan suatu usaha pendekatan dan
hasrat untuk kerja-sama dan menjalani hubungan yang lebih baik, demi
kepentingan bersama.
2. Persuasi: Usaha
mengubah po-sisi pihak lain, dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul,
dengan bukti faktual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan
konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
3. Tawar-menawar:
Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak, dengan saling
mempertukarkan konsesi yang dapat diterima. Dalam cara ini dapat digunakan
komunikasi tidak langsung, tanpa mengemukakan janji secara eksplisit.
4. Pemecahan
masalah terpadu: Usaha menyelesaikan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua
pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung
secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan
alternatif pemecahan secara bersama de¬ngan keuntungan yang berimbang bagi
kedua pihak.
5. Penarikan diri:
Suatu penyelesaian masalah, yaitu salah satu atau kedua pihak menarik diri dari
hubungan. Cara ini efektif apabila dalam tugas kedua pihak tidak perlu
berinteraksi dan tidak efektif apabila tugas saling bergantung satu sama lain.
6. Pemaksaan dan
penekanan: Cara ini memaksa dan menekan pihak lain agar menyerah; akan lebih
efektif bila salah satu pihak mempunyai wewenang formal atas pihak lain.
Apabila tidak terdapat perbedaan wewenang, dapat dipergunakan ancaman atau
bentuk-bentuk intimidasi lainnya. Cara ini sering kurang efektif karena salah
satu pihak hams mengalah dan menyerah secara terpaksa.
Apabila pihak yang bersengketa
tidak bersedia berunding atau usaha kedua pihak menemui jalan buntu, maka pihak
ketiga dapat dilibatkan dalam penyelesaian konflik.
Arbitrase (arbitration): Pihak ketiga mendengarkan keluhan
kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat. Cara
ini mungkin tidak menguntungkan kedua pihak secara sama, tetapi dianggap lebih
baik daripada terjadi muncul perilaku saling agresi atau tindakan destruktif.
Penengahan (mediation): Menggunakan mediator yang diundang
untuk menengahi sengketa. Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta, menjalin
komunikasi yang terputus, menjernihkan dan memperjelas masalah serta
mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu. Efektivitas
penengahan tergantung juga pada bakat dan ciri perilaku mediator.
Konsultasi: Tujuannya untuk memperbaiki hubungan antar kedua
pihak serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan konflik.
Konsultan tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan dan tidak berusaha untuk
menengahi. la menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan persepsi dan
kesadaran bahwa tingkah laku kedua pihak terganggu dan tidak berfungsi,
sehingga menghambat proses penyelesaian masalah yang menjadi pokok sengketa.
Hal-hal yang Perlu Diperhati-kan Dalam Mengatasi Konflik:
1. Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif.
2. Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.
3. Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak karyawan.
4. Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul.
5. Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis.
6. Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit kerja.
7. Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit/eselon merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang merasa paling hebat.
8. Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antar unit/departemen/ eselon.
1. Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif.
2. Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.
3. Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak karyawan.
4. Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul.
5. Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis.
6. Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit kerja.
7. Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit/eselon merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang merasa paling hebat.
8. Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antar unit/departemen/ eselon.
Konflik Struktural
Secara umum Konflik Hirarki (Sruktur)
adalah konflik yang terjadi diberbagai tingkatan organisasi (Harold J. Leavitt)
Konflik stuktural suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidak sesuaian atau perbedaan antara dua pendapat (sudut pandang), baik itu terjadi dalam ukuran (organisasi), derajat spesialisasi yang diberikan kepada anggota keorganisasi, kejelasan jurisdiksi (wilayah kerja), kecocokan antara tujuan anggota dengan tujuan organisasi, gaya kepemimpinan, dan sistem imbalan yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.
Konflik stuktural suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidak sesuaian atau perbedaan antara dua pendapat (sudut pandang), baik itu terjadi dalam ukuran (organisasi), derajat spesialisasi yang diberikan kepada anggota keorganisasi, kejelasan jurisdiksi (wilayah kerja), kecocokan antara tujuan anggota dengan tujuan organisasi, gaya kepemimpinan, dan sistem imbalan yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.
Macam-macam konflik stuktural: konflik
vertical, konflik horizontal (lini), konflik garis staf, konflik actor (peran).
- Konflik vertical: konflik yang terjadi antara karyawan yang memiliki kedudukan yang tidak sama dalam organisasi. Misalnya konflik antara atasan dan bawahan.
- Konflik horizontal: konflik yang terjadi antara mereka yang memiliki kedudukan yang sama atau setingkat (lini) dalam organisasi. Misalnya, konflik antar karyawan, atau antar departemen yang setingkat.
- Konflik garis staf: konflik yang terjadi antara karyawan lini yang biasanya memegang posisi komando, dengan pejabat staf yang biasanya berfungsi sebagai penasehat dalam organisasi.
- Konflik peran: Konflik peran, yaitu konflik yang terjadi karena seseorang mengemban lebih dari satu peran yang saling bertentangan. Misalnya, serangan secara verbal, ancaman terhadap pihak lain, serangan fisik, huru-hara, pemogokan, dan sebagainya.
- Konflik vertical: konflik yang terjadi antara karyawan yang memiliki kedudukan yang tidak sama dalam organisasi. Misalnya konflik antara atasan dan bawahan.
- Konflik horizontal: konflik yang terjadi antara mereka yang memiliki kedudukan yang sama atau setingkat (lini) dalam organisasi. Misalnya, konflik antar karyawan, atau antar departemen yang setingkat.
- Konflik garis staf: konflik yang terjadi antara karyawan lini yang biasanya memegang posisi komando, dengan pejabat staf yang biasanya berfungsi sebagai penasehat dalam organisasi.
- Konflik peran: Konflik peran, yaitu konflik yang terjadi karena seseorang mengemban lebih dari satu peran yang saling bertentangan. Misalnya, serangan secara verbal, ancaman terhadap pihak lain, serangan fisik, huru-hara, pemogokan, dan sebagainya.
Konflik Lini dan staff
Konflik
lini dan staff adalah konflik antara lini dan staff yang berhubungan dengan
wewenang atau otoritas kerja. Konflik Lini dan Staff ini adalah konflik yang
sering terjadi di dalam organisasi, biasanya konflik ini terjadi karena
perbedaan pandangan para anggota Lini dan Staff. Adanya perbedaan sikap antara orang lini dan
orang staf :
1.
Orang
staf cenderung memperluas wewenangnya dan cenderung memberikan
perintah-perintah kepada orang lini untuk membuka eksistemsinya. Kemudian orang
staf cenderung merasa yang paling berjasa untuk gagasan-gagasan yang
diimplementasikan oleh lini, sebaliknya orang lini mungkin tidak menghargai
peranan staf dalam membantu pemecahan masalah-masalahnya. Lalu orang staf
selalu merasa dibawah perintah orang lini, dilai pihak orang lini juga selalu
curiga bahwa orang staf ingin memperluas kekuasaannya.
2.
Perbedaan
umur dan pendidikan juga dapat dikategorikan sebagi suatu penyebab mengapa
orang lini dan orang staf selalu berseteru. Orang staf biasanya labih muda dan
lebih berpendidikan daripada orang-orang staf, sehingga menimbulkan sesuatu
yang biasa disebut dengnan “generation gap’.
3.
Perbedaan
posisi . Karena manajemen puncak tidak mengkomunikasikan secara jelas luasnya
wewenang staf dalam hubungannya dengan lini. Sehingga selalu terjadi kesalah
pahaman dengan orang lini dan staf.
4.
Perbedaan
tugas. Karena orang staf sangat spesialis dan lebih sering menggunakan bahasa
dan istilah yang tidak dapat dipahami oleh orang lini. Sehingg aorang lini
merasa bahwa staf spesialis tidak sepenuhnya mengerti masalah-masalah orang
lini dan menganggap saran mereka tidak dapt diterapkan atau dikerjakan.
Konflik
antara orang lini dan staf tersebut menyebabkan sering terjadinya hambatan
dalam melaksanakan tugas yang diberikan pada masing-masing. Sehinga kerja
perusahaanpun agak sedikit terhambat. Untuk menyelesaikan konflik ini biasanya
perusahaan kekuasaan, kompromi, serta penghalusan diri untuk meredam masalah
tersebut. Namun bila konflik antara lini dan staf tersebut membawa pengaruh
besar pada perusahaan, perusahaan tidak segan-segan untuk memutuskan hubungan
kerja pada orang yang membuat konflik tersebut.
Pandangan Lini :
Para anggota lini berpendapat bahwa para anggota staf mempunyai empat keluarga. Diantaranya ialah :
a. Staf tidak boleh melampaui wewenang
b. Staf tidak memberiakan advis yang sehat
c. Staf menumpang keberhasilan lini
d. Staf mempunyai perspektif yang sempit
Pandangan Staf :
a. Lini tidak mau meminta bantuan staf pada waktu yang tepat
b. Lini menolak gagasan baru
c. Memberi wewenang yang terlalu kecil kepada staf
Berdasarkan pada kedua pandangan tersebut, maka muncullah sebuah.
Para anggota lini berpendapat bahwa para anggota staf mempunyai empat keluarga. Diantaranya ialah :
a. Staf tidak boleh melampaui wewenang
b. Staf tidak memberiakan advis yang sehat
c. Staf menumpang keberhasilan lini
d. Staf mempunyai perspektif yang sempit
Pandangan Staf :
a. Lini tidak mau meminta bantuan staf pada waktu yang tepat
b. Lini menolak gagasan baru
c. Memberi wewenang yang terlalu kecil kepada staf
Berdasarkan pada kedua pandangan tersebut, maka muncullah sebuah.
Penanggulangan-Penanggulangan Konflik Lini Dan Staf. Diantaranya Ialah :
1. Penegasan tentang tanggung jawabnya
2. Pengintegrasian kegiatan-kegiatan
3. Mengajarkan lini untuk menggunaka staf
4. Mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil-hasil yang diperoleh.
1. Penegasan tentang tanggung jawabnya
2. Pengintegrasian kegiatan-kegiatan
3. Mengajarkan lini untuk menggunaka staf
4. Mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil-hasil yang diperoleh.
Daftar
Pusaka…
Langganan:
Postingan (Atom)

